Palembang (Kemenag Sumsel) — Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Palembang terus memperkuat komitmennya dalam pelestarian lingkungan melalui kegiatan Adiwiyata rutin. Pada Sabtu (17/01/26), sejumlah siswa bahu-membahu melakukan perawatan lingkungan madrasah sebagai bentuk implementasi nyata dari konsep Ekoteologi yang menjadi salah satu perhatian Kementerian Agama.
Kegiatan yang berfokus pada pemeliharaan kebersihan dan perawatan tanaman di area “Apotik Hidup” ini bukan sekadar rutinitas kebersihan biasa. Program ini dirancang untuk menanamkan pemahaman bahwa menjaga alam adalah bagian dari manifestasi iman dan tanggung jawab religius (Ekoteologi).
“Kami melakukan pemungutan sampah dan perawatan tanaman secara berkala agar keasrian madrasah tetap terjaga. Melalui kegiatan ini, kami belajar bahwa mencintai lingkungan adalah bentuk syukur kepada Tuhan,” ujar salah satu siswa yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
Kepala MAN 1 Palembang melalui koordinasi tim Adiwiyata menjelaskan bahwa rutinitas ini bertujuan memastikan tanaman tetap subur dan ekosistem madrasah tetap seimbang. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi laboratorium hidup bagi siswa untuk mempraktikkan gaya hidup ramah lingkungan (eco-friendly).
Kaitan erat dengan program Ekoteologi Menteri Agama terlihat dari upaya madrasah menjadikan lingkungan sebagai instrumen pendidikan karakter. Dalam perspektif Ekoteologi, manusia ditempatkan sebagai khalifah yang wajib menjaga kelestarian bumi. Dengan merawat Apotik Hidup, siswa tidak hanya belajar botani, tetapi juga menghargai nilai-nilai keberlangsungan hidup (sustainability).
Diharapkan, melalui konsistensi kegiatan Adiwiyata ini, siswa/i MAN 1 Palembang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga memiliki kepekaan spiritual yang tinggi terhadap kelestarian alam. Lingkungan madrasah yang bersih dan hijau pada akhirnya akan meningkatkan kenyamanan proses belajar mengajar serta memberikan dampak positif bagi kesehatan seluruh warga madrasah.
